Beranda Berita Utama Omzet Pabrik Rekondisi Smartphone di Alam Sutera Capai Rp1,2 Triliun

Omzet Pabrik Rekondisi Smartphone di Alam Sutera Capai Rp1,2 Triliun

63
0
Kapolres Metro Tangerang, Kombes Abdul Karim, memperlihatkan sejumlah hp rekondisi yang dibuat di sebuah ruko De Mansion, Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang. (imam) (poskotanews.com)

Mediacybernews.co — Polres Metro Tangerang berhasil mengungkap pabrik rekondisi smartphone di kawasan elite Ruko De Mansion Alam Sutera, Pinang, Kota Tangerang. Dari hasil pemeriksaan, para tersangka meraup untung hingga trilunan rupiah.

Home industry ini sudah berlangsung selama 4 tahun sejak tahun 2016. Kalau dihitung total untung keseluruhan mereka sudah meraup untung hingga Rp1,2 triliun,” ungkap Kapolres Metro Tangerang, Kombes Abdul Karim, saat jumpa pers, di lokasi kejadian, Jumat (6/9/2019).

Gudang atau industri rumahan tersebut, menurut Karim, menyasar ke toko-toko online se-Indonesia. Karim mengungkap, dalam sebulan industri rumahan itu dapat memproduksi hingga 10 ribu HP dirakit ulang. Sehingga dalam setahun bisa memproduksi sekira 120 ribu HP rakitan yang secara keuangan merugikan negara karena lolos pajak.

Polisi menangkap 14 pekerja yang kemudian dijadikan tersangka. Empat di antaranya WNA asal China. (imam)

Ia merinci, dalam setahun penjualan ke toko-toko retail dan online se-Indonesia, industri rumahan tersebut dapat mengambil untung sampai Rp300 miliar per tahunnya.

Untuk satu unitnya, jelas Karim, para tersangka mengambil untung Rp500 ribu sampai Rp1 juta, tergantung jenis HP.

HP rekondisi yang mereka jual pun harganya jauh di bawah harga pasaran dari harga ponsel yang keluar dari pabrik aslinya.

“Jadi untuk memikat pelanggan mereka jual handphone rakitannya itu harganya di bawah harga pasaran rata-rata. Ambil untuk sekitar Rp1 jutaan untuk satu handphone. Tentu ini sangat merugikan negara dari sektor pajak,” ujar Karim.

Dari penggerebekan itu, telah ditahan 14 pekerja yang empat di antaranya adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Cina dan 10 di antaranya adalah pekerja dari Indonesia. Ke-14 tersangka itu dikenakan pasal berlapis tentang perlindungan konsumen, perdagangan, dan tentang telekomunikasi.

Sumber : poskotanews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here